Selasa, 19 Juni 2012

METAFETAMIN / SABU-SABU

Setelah kemarin posting tentang ekstasi dan sifat-sifat ekstasi kali ini kita akan mengenal lebih jauh tentang METAFETAMIN ATAU SABU-SABU

Menurut kamus bahasa Indonesia sabu-sabu adalah bahan kimia untuk menciptakan halusinasi.
Metafetamin dikembangkan sekitar awal tahun 1900-an. Berbentuk serbuk kristal yang mudah larut dalam air, pada saat itu penggunaanya dengan cara menyuntikkan. Pada saat perang dunia ke-II digunakan agar pasukan tetap siaga. Sekitar tahun 1950-an dengan resep dokter metafetamin digunakan untuk
membantu program diet dan untuk melawan depresi. Akan tetapi karena memiliki efek stimulan non medis selanjutnya metafetamin banyak disalahgunakan. Penyalahgunaanya meyebar luas diberbagai kalangan mulai dari mahasiswa, pekerja (terutama sopir-sopir truk) bahkan olahragawan.



Sama seperti ekstasi, Metafetamin atau sabu-sabu merupakan narkoba sintetis (buatan manusia).
Dibuat dengan mencampur amfetamin (bahan utama) dicampur dengan berbagai macam zat-zat kimia berbahaya.
Sekitar tahun 1990-an, organisasi peyelundup narkoba Meksiko mendirikan laboratorium yang besar di California, yang dalam sepekan mampu menghasilkan metafetamin dalam jumlah yang besar. Bersamaan dengan itu industri kecil metafetamin mulai bermunculan sehingga penyebarannya menjadi sangat cepat diseluruh wilayah Amerika Serikat dan Eropa. Belakangan juga menyebar di kawasan Asia. Metafetamin yang tersebar dikawasan Asia sebagian besar diproduksi di Thailand, Myanmar dan Cina.

Seseorang yang mengkonsumsi sabu-sabu akan menjadi hiperaktif, terkadang gembira atau sedih yang berlebihan. Sabu-sabu juga menyebabkan seseorang kehilangan nafsu makan dan tidak merasa ngantuk sehingga pola makan dan pola tidur menjadi kacau / tidak beraturan. 
Berikut efek menggunakan sabu-sabu :

EFEK JANGKA PENDEK
- Detak jantung, tekanan darah dan suhu tubuh meningkat
- Pupil membesar
- Mual-mual
- Bersikap aneh dan tidak terduga
- Halusinasi, panik dan terkadang mengalami gangguan jiwa
- Dapat mengakibatkan kejang-kejang bahkan kematian




EFEK JANGKA PANJANG
- Kerusakan permanen pada pembuluh darah dari jantung dan otak
- Tekanan drah tinggi yang berakibat serangan jantung, stroke dan kematian
- Masalah pernapasan dan kerusakan jaringan dalam hidung (jika dihirup)
- Penyakit menular dan pembengkakan (jika disuntikkan)
- Kekurangan gizi, dan kehilangan berat badan
- Kerusakan gigi yang parah
- Disorientasi, apatis, kebingungan, kelelahan
- Ketergantungan psikologis yang besar
- Gangguan jiwa, depresi dan kerusakan otak
- Penuaan dini yang parah di wajah.

Sharing artikel ini sebanyak-banyaknya, somoga bisa bermanfaat buat kita semua dan bisa membantu teman-teman yang sedang berjuang untuk lepas dari narkoba :).



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar